MY FIRST/LAST TIME (BASED ON TRUE STORY)





PROLOG

Pada suatu hari, aku selesai bermain bersama teman-teman ku, aku pun Kembali ke rumah, sesampainya di rumah aku masih melihat ibuku sedang mengobrol dengan temannya di dunia maya, aku pun tidak sengaja melihat isi chatan tersebut, yang bertuliskan “Malaysia”, aku melihat ibuku Kembali sehabis dari dapur, akun bertanya kepada ibuku.

“ibu sedang ngobrol sama siapa?” tanyaku

“ibu sedang mengobrol dengan teman ibu yang ada di luar negeri” jawab ibuku

“SIAPA BU?”tanyaku

“Namanya Michael, dia bekerja di Malaysia, kebetulan ibu di undang dia untuk melihat peternakan kudanya disana”

“dia punya peternakan kuda disana bu?”tanyaku

“iya katanya seperti itu” jelas ibuku

“Phoenix mau ikut bu, tapi bukannya besok lebaran ya?ga pulang dulu baru pergi kesana?”tanyaku

“sekali kali tidak pulang lebaran juga tidak apa apa, phoenix mau ikut?”tanya ibuku

“iya mau ikut” jawabku dengan senang

“yasudah besok kita ngurus passport dulu ya” jawab ibuku

“iya bu” jawabku dengan senang

Aku pun mandi, sholat dan tidur. Kesekoan harinya aku dan ibuku  mendatangi sebuah kantor imigrasi untuk mengurus passport, setelah proses Panjang, akhirnya aku dan ibuku selesai mengurus passport, dan passport pun sudah jadi, di sore hari nya kami pun pergi untuk membeli tiket pesawat untuk pergi ke Malaysia. Setelah dapat tiket, kami pun pulang untuk packing periapan berangkat. Setelah packing kami pun istirahat karena besok pesawat jam 12 siang.

Keesokan harinya aku pun bersiap siap menuju bandara, aku sangat semangat karena itu pertama kalinya aku pergi ke luar negeri, sesampainya di bandara kami pun check in dan menunggu boarding pesawat. Pada pukul 11:30, kami pun akhirnya boarding, kami pun antri untuk memasuki pesawat, sesampainya di dalam pesawat aku pun terkagum-kagum melihat interior dalam pesawatnya, meskipun sama sama kelas B737-800, tetapi vibes nya berbeda seperti pesawat dalam negeri. Setelah menemukan tempat duduk kami, kami pun duduk dan memasang sabuk pengaman.

Seperti biasa di perjalanan aku tidur hahaha, karena aku orangnya cepat sekali tidur. Perjalanan dari Jakarta sampai Malaysia kurang lebih 1 jam lebih sedikit. Tidak terasa aku pun dibangunkan ibu karena kami sudah sampai tujuan, dengan perasaan senang aku pun tidak sabar untuk mengunjungi berbagai tempat di Malaysia, karena ini merupakan kali pertama aku pergi ke luar negeri.

Kami pun berjalan keluar pesawat lalu menuju ke tempat pengambilan bagasi, setelah mengambil bagasi kami pun menunggu kedatangan dari temannya ibuku untuk menjemput kami, karena kami belum makan siang, kami pun akhirnya makan di waiting room sebelum pintu keluar Gedung kedatangan di Bandara Malaysia, aku pun makan dengan lahap karena aku sangat lapar, setelah selesai makan kami pun menunggu kedatangan temannya ibu untuk menjemput kami, tetapi setelah lebih dari 3 jam, kami belum mendapatkan kabar kami jadi dijemput atau tidak. Aku dan ibuku tetap sabar menunggu.

Akhirnya pada pukul 5 sore waktu setempat kami pun dijemput, aku melihat mobil Proton sedan berhenti, dan seseorang keluar kemudian menghampiri kami.

“Sorry Sorry, I'm late picking you up, because I still have ongoing task in my office before, so sorry”kata orang itu

Orang yang sedang berbicara dengan ibuku adalah temannya, yang bisa diciri cirikan, orang Nigeria.

“It’s Okay, by the way this is my son Phoenix” ucap ibuku

“Oh Hi, My Name is Michael, I am a friend of your mother”jelas temanya

“Hi” ucapku, dikala itu aku masih kelas 5 SD, belum terlalu mahir untuk bisa berbahasa inggris lancar

“lets go”ucap nya sambil mengambil koper kami dan mengantar kami ke mobil tersebut

Kami pun menuju mobil tersebut dan memasuki mobil tersebut, aku pun duduk di depan karena aku sangat senang duduk di bangku depan, sementara temannya duduk dibelakangku persis dan ibuku di belakang sebelah kanan.

Setelah semua masuk mobil, kami pun jalan menuju entah kemana, karena sebelumnya temannya ibuku tidak menawarkan kami kemana pun. Di kursi depan aku dapat melihat pemandangan kota kuala lumpur di sore menjelang petang hari. Aku sangat excited karena ini kali pertama aku melihat pemandangan di luar negeri. Mungkin aku terlalu norak kali ya hahaha.

 

“DON’T TRUST ANYONE IF YOU’RE NOT SURE ABOUT SOMEONE YOU KNEW ON SOCIAL MEDIA”

PHOENIXCAGE


THE BEGINNING: A TRAGEDY THAT WILL NEVER BE FORGOTTEN

Hari semakin gelap, pukul menunjukkan 6 sore pukul setempat, kami pun melintasi hutan tengah kota, aku melihat banyak sekali pohon yang sangat lebat, tetapi jalan tersebut sangatlah sepi. Pada suatu momen aku melihat di depan ada batu cukup besar dipinggir jalan yang aku pikir bakal dihindari oleh sang supir namun pada kenyataannya tidak, sang supir pun tetap melaju dan akhirnya menabrak batu tersebut yang kemudian membuat mobil kami terjungkal hampir terbalik, setelah sang supir berhasil menyeimbangkan mobil dan mendaratkan mobil seperti keadaan semula, tiba tiba temannya itu mengeluarkan pisau, lalu berkata yang tidak aku pahami, aku sangat panik karena aku tidak bisa berbuat apa-apa, dia mengancam ibuku, lalu membuka pintu belakang sebelah kanan dan mendorong ibuku sangat keras sampai pada akhirnya ibuku terdorong keluar dan sekejap mobil tancap gas meninggalkan ibuku, lalu orang yang mengaku sebagai temannya ibuku berteriak di belakang ku.

“its that your mom, its that your mom, so stupid”ucapnya

Aku pun tidak bisa membalas perkataannya karena posisiku memang tidak bisa berbahasa inggris dengan lancar, setelah meninggalkan posisi ibuku terakhir, kami pun putar balik dan entah aku mau dibawa kemana. Diperjalanan aku hanya terpaku dan tidak bisa berbuat apa-apa. Ditengah perjalanan tiba tiba mobil berhenti mendadak, sang supir pun keluar dari mobil dan mengecek. Ternyata mobil nya kehabisan bensin, pelaku tersebut langsung memarahi sang supir dan memaksaku keluar dari mobil dan lari megikuti dirinya sambil membawa koper ibuku. Setelah sampai ternyata aku berada di sebuah apartemen namun apartemen tersebut terlihat menyeramkan karena terkesan seperti penjara, kami pun berlari menuju lift apartemen tersebut namun, di depan lift tersebut tertulis bahwa lift tersebut sedang dalam masa perbaikan, jadi terpaksa kami harus menaiki tangga hingga sampai lantai 8, badan ku rasanya tidak karuan dari ujung kepala sampai ujung kaki ku sangat sakit terlebih lagi aku sangat stress, karena aku sangat mengkhawatirkan keadaan ibuku. Sesampainya di lantai 8 kami pun menuju kamarnya si pelaku tersebut. Bayangan ku sebuah apartemen di luar negeri itu sagus dan terawat namun ini jauh dari bayangan ku, apartemennya benar benar seperti penjara, yang dimana terdapat pintu besi di bagian luar nya lalu ada pintu masuknya, kami pun akhirnya memasuki kamar nya si pelaku tersebut, aku pun semakin deg deg an, takut akan diapa apakan seperti yang di berita berita atau di film. Lalu mereka pun masuk ke dalam kamar pribadinya dan menyuruh ku untuk merapikan tempat tidur yang akan aku tempati malam itu. Beberapa saat berlalu mereka pun keluar dari kamarnya lalu menghampiriku.

“what do you want to eat?”tanya nya

“hmm, I don’t want anything”jawabku

“you’re not hungry? You like fried rice?”tanyanya kembali

Aku pun hanya mengangguk

“okay I will buy you a fried rice, do you like play games?”tanyanya

Dan lagi aku hanya mengangguk saja

“okay this is a playstation, you can play with it”ucapnya

Aku pun disuruh main playstation sembari mereka keluar kamar. Disaat mereka keluar aku pun spontan untuk mengirim pesan kepada ibuku.

“ibu tidak apa-apa kan?”

“ibu sekarang posisinya dimana?”

Karena pesannya tidak kunjung dibalas, aku pun spontan menelfon ibuku namun tetap tidak diangkat, aku pun semakin khawatir akan keadaan ibuku. Setelah mencoba beberapa kali, aku pun akhirnya putus asa dan mengurungkan niatku untuk Kembali menghubungi ibuku. Setelah beberapa saat, tiba tiba si pelaku dan sang supir Kembali dari luar, lalu langsung menghampiriku.

“its that you? You send a message to your mom” tanya si pelaku

Aku pun hanya mengangguk dengan ketakutan

“where’s your phone?”tanyanya

Aku pun spontan ngasih handphone ku kepada pelaku dari pada terjadi hal yang tidak terduga, dia pun langsung mengambil, handphone ku dan masuk Kembali ke kamar, selama mereka keluar tadi aku sempat mengecek kamar mereka, ternyata mereka sudah mengacak acak isi koper ibuku dan beserta dompet ibuku.

Waktu menunjukkan pukul 10 malam aku masih stress mengalami hal ini, aku masih sibuk merapikan tempat tidur yang disuruh mereka, waktu telah berlalu, pukul menunjukkan pukul 11 malam, mereka pun keluar dari kamar lalu langsung menghampiriku.

“come with me”kata si pelaku

Aku pun langsung mengikutinya, kami pun keluar dari apartemennya, lalu menuju ke bawah dengan menggunakan tangga, sesampainya di bawah kami pun mendatangi sebuah taksi, si pelaku pun langsung berbincang dengan supir taksinya, setelah beberapa saat berdebat akhirnya, supir taksi itu pun setuju, lalu aku disuruh untuk masuk kedalam taksinya, si pelaku lalu menyerahkan sebuah amplop yang berisikan tiket dan passport.

“this is for you, your mom is waiting for you at the airport”kata si pelaku

Aku pun langsung terkejut bahwa ibuku menungguku di bandara menurut si pelaku tersebut, dengan tanpa berfikir Panjang, aku pun langsung naik taksi tersebut dan berangkat menuju bandara. Diperjalanan aku pun ditanya oleh sang supir, namun aku tidak membalas pertanyaannya karena aku tidak bisa berbahasa inggris, lalu dia menanyakan.

“awak bukan orang malaysia?”tanyanya

Aku sedikit paham bahasanya, karena melayu merupakan perpaduan bahasa Indonesia dan bahasa inggris

“iya, saya orang Indonesia” jawabku

“Awak buat apa di Malaysia?”tanyanya

“saya tadi diculik, saya saja tidak tahu akan dibawa kemana sebelumnya, tadi si bapaknya tadi berkata jika ibu saya ada dibandara menunggu saya” jawabku

“astaga, Saya harap ibu awak ada di lapangan terbang”ucapnya

“terima kasih”ucapku

Perjalanan dari apatemen pelaku sampai ke bandara cukup lama memakan waktu 1 jam. Waktu menunjukkan pukul 12 malam, aku pun sampai di bandara, sebelum aku keluar dari taksi tersebut, supir taksi tersebut berkata.

“Semoga berjaya dan selamat sampai ke destinasi” ucapnya

“terima kasih”ucapku dengan senyuman


 

“TRUST THAT YOUR EFFORTS WILL NOT BETRAY THE RESULTS YOU WILL RECEIVE”

PHOENIXCAGE

 

 SEARCHING

Setelah aku keluar dari taksi tersebut, aku pun langsung masuk ke bandara kuala lumpur tersebut, aku menyari kesana kemari dari segala sudut bandara sudah aku cari, namun belum menemukan ibuku. Namun seketika aku mengingat perkaataan ibuku.

“jika Phoenix terpisah dari ibu di mal atau tempat yang tidak dikenal maka hal yang harus dilakukan pertama kali, pergi ke security, lalu pergi ke pusat informasi dan tunggu disitu”

Aku pun langsung mencari security, setelah mencari beberapa saat aku pun menemukan ruangan security, aku pun mengajak ngobrol salah satu security tersebut.

“mas apakah bisa berbahasa Indonesia?” tanyaku

“bisa ada apa de, ada yang bisa kami bantu?”tanya nya

“saya sehabis diculik, tadi si penculik melepas saya dan berkata jika ibu saya ada di bandara ini” kata ku

“astaga, baiklah de, sebentar ya, saya diskusikan dengan yang lain terlebih dahulu sambil mencari keberadaan ibu kamu di bandara, kamu tunggu disini dulu ya” ujar si security tersebut

Aku hanya mengangguk dan menunggu si security itu Kembali, waktu telah berselang cepat, menunjukkan pukul 1 dini hari, si security tersebut menghampiriku.

“de maaf kami belum bisa menemukan ibu kamu dengan ciri ciri yang kamu sudah sampaikan sebelumnya, sekarang kamu ikut saya ke pusat informasi untuk menginformasikan jika kamu mencari ibumu” jelasnya

“baik”kata ku

Kami pun menuju pusat informasinya, sesampainya pusat informasi, si security tersebut menyampaikan kepada pegawai pusat informasi tersebut, setelah menyampaikan beberapa hal, dia pun menghampiriku.

“de nanti dibantu oleh pusat informasi nanti kamu tunggu disini saja ya jangan kemana mana”

“baik mas, terima kasih banyak” jawabku

Lalu pegawai tersebut menginformasikan pencarian ibuku dengan ciri ciri yang sudah aku sampai kepada security tadi. Sembari menunggu kepastian keberadaan ibuku, aku pun ditawari sebuah snack dan minuman oleh pegawai tersebut.

“ini de ada makanan dan minuman buat kamu” ucapnya sambil memberikan snack tersebut kepada ku

“terima kasih” jawabku

Dia pun menatapku tersenyum. Aku pun masih menunggu kepastian keberadaan ibuku. Lagi lagi waktu berselang dengan cepat waktu menunjukkan pukul 2 dini hari. Sampai saat ini aku masih belum mendapatkan kepastian keberadaan ibuku, aku pun dihampiri oleh pegawai pusat informasi tersebut.

“de, ikut saya sebentar ya”ajaknya

Aku pun mengikuti pegawai tersebut, sampai akhirnya sampailah kami di kantor polisi Kawasan bandara kuala lumpur, pegawai tersebut menjelaskan situasinya kepada salah satu polisi tersebut, lalu setelah selesai menjelaskan situasinya kepada polisi tersebut, dia pun meninggalkan ku.

“de saya tinggal dulu ya, nanti dibantu oleh polisi ini, nanti menurut informasi dari dia kalau misalkan pencarian di sekitar bandara masih belum ketemu, nanti akan diadakan patrol langsung di luar bandara, kamu tetap stay dulu disini ya”jelasnya

“baik mba terimakasih banyak atas bantuannya”jawabku

Lalu pegawai itu pun meninggalkan kami, aku pun di interogasi oleh polisi tersebut, aku ditayakan beberapa pertanyaan yang diperlukan untuk pencarian keberadaan ibuku, setelah proses interogasi selesai, polisi tersebut pun langsung keluar ruangan dan langsung melakukan proses pencarian ulang dibandara kuala lumpur. Lagi lagi waktu berselang sangat cepat tidak terasa sudah 2 jam aku menunggu, menunjukkan pukul 4 subuh , lalu polisi itu pun Kembali lagi ke ruangan dan menghampiriku, aku kira akan dilaksanakan patrol, ternyata…………….


MIRACLE IS EXISTS

Aku pun di interogasi oleh polisi tersebut, aku ditayakan beberapa pertanyaan yang diperlukan untuk pencarian keberadaan ibuku, setelah proses interogasi selesai, polisi tersebut pun langsung keluar ruangan dan langsung melakukan proses pencarian ulang dibandara kuala lumpur. Lagi lagi waktu berselang sangat cepat tidak terasa sudah 2 jam aku menunggu, menunjukkan pukul 4 subuh , lalu polisi itu pun Kembali lagi ke ruangan dan menghampiriku, aku kira akan dilaksanakan patrol, ternyata adalah dua orang pegawai kedutaan Indonesia mencari keberadaan ku dan ingin bertemu dengan ku. Aku pun segera mengikuti polisi tersebut untuk mengantarkan ke pegawai kedutaan tersebut. Sesampai ditempat aku pun bertemu dengan pegawai kedutaan tersebut. Polisi itu pun menjelaskan situasinya kepada pegawai tersebut, setelah menjelaskan situasinya, dia pun meninggalkan ku dengan pegawai tersebut. Lalu dia bertanya.

“apakah kamu Phoenixcage anaknya ibu Dee Dee?”tanya nya

“iya betul mas”jawabku

Dengan tersenyum dia berkata

“ibu kamu sekarang aman, saat ini sedang berada di kantor kedutaan Indonesia”jelasnya

Mendengar perkataannya, hatiku sangat senang, terharu, air mataku terjatuh membasahi pipiku. Akhirnya aku dapat bertemu ibuku.

 

­­­­~THE END~

 

“NEVER GIVE UP UNDER ANY CIRCUMSTANCES, BECAUSE MIRACLES WILL HAPPEN WHEN YOU KEEP TRYING AS HARD AS POSSIBLE”

PHOENIXCAGE

 



Comments

Popular posts from this blog

Keep Going

Adventure Knights Online (A.K.O)